Posts

Sponsored by

Menanti Taji Suara Ulama

Image
Pilkada serentak kini digelar lagi, dan seperti biasa ia selalu menyajikan sisi menarik untuk diperbincangkan. Setelah tahun lalu kita disuguhi berbagai kegaduhan dalam Pilkada di Jakarta, kali ini hal yang sama bakal terjadi Jawa Timur. Memang konteksnya sedikit berbeda karena semua pasangan calon sama-sama muslim. Kisruh penistaan agama dan isu SARA hanya kemungkinan kecil atau bahkan tidak akan terjadi. Tapi bagaimanapun politik memang selalu gurih untuk dibicarakan. Dalam konstelasi politik Indonesia, Jawa Timur memang mendapat perhatian penting. Ia menjadi tolok ukur perolehan suara nasional. Sejarah juga mencatat bahwa pilkada Jatim selalu berakhir dengan sengketa. Dengan kondisi yang demikian, maka wajar saja bila sejak dini pasangan calon maupun partai pengusung telah melakukan pemanasan. Penggalangan dukungan secara massif dilakukan dengan melakukan pendekatan ke berbagai pihak, salah satunya dengan para ulama. Mulai saat ini, dukungan dari para ulama sudah mulai...
Image
Instagram; Aplikasi Kece Buat si Superpede Sukses me- review Whatsapp , edisi kali ini saya akan mengulas aplikasi lain yang tak kalah populer. Meski terbilang baru, ia telah mampu mencuri perhatian kids jaman now. Toko-toko aplikasi menempatkannya sebagai item recommended dan diunduh oleh jutaan orang. Hebatnya lagi, di usia yang masih seumur jagung ia bisa mensejajarkan diri dengan para kompetitor macam Facebook dan Twitter. Ya, itulah Instagram , topik utama terlanjurnulis yang paling anyar. Mengapa Instagram bisa setenar itu? Jawabannya adalah kemampuan mengakomodir gaya hidup generasi masa kini yang ganderung bersosmed. Tak seperti aplikasi terdahulu yang masih berbasis teks , Instagram tampil futuristis dengan mengandalkan gambar atau video. Kita bisa dengan mudah mempublikasikan momen terindah kepada publik di dunia maya. Bahkan sebuah data mengungkapkan tiap detiknya ada ratusan ribu fotodiungguh melalui layanan ini. Selain ...
Image
Add caption Kita dan Keledai (Refleksi Menjelang Pilkada 2018) Sewaktu sedang pusing memikirkan tulisan untuk blog ini, tiba-tiba saya jadi teringat akan keledai . Keledai adalah salah satu hewan yang cukup legendaris dalam dunia dongeng setelah kancil. Bedanya, jika kancil digambarkan sebagai tokoh binatang yang cerdas, keledai malah sebaliknya. Ia digambarkan sebagai pemilik sikap malas dan bodoh. Ada banyak cerita yang menampilkan kekonyolan hewan bernama latin Equus Asinus ini. Tak cukup sampai disitu, tabiat buruk keledai juga dijadikan peribahasa dan ungkapan sehari-hari. Dua diantaranya yang cukup populer adalah “hanya keledailah yang terperosok ke dalam jurang yang sama berkali-kali”, dan “keledai hendak dijadikan kuda’. Namun dari sini, saya pun mulai terkejut mendapati adanya kemiripan sifat kita dengan hewan bertelinga panjang ini. Kebodohan keledai tanpa disadari telah diakomodir manusia sehingga antara keduanya nyaris sama. Persamaan itu pun kian kentara...
Image
Yang Tak Saya Sukai dari WhatsApp Namanya WhatsApp Messenger, biasa dipanggil WhatsApp atau WA saja. Lahir dari rahim perusahaan WhatsApp Inc . , ia memiliki banyak kelebihan ketimbang aplikasi perpesanan lain yang muncul lebih dahulu. Berkat keunggulan tersebut, maka tak heran bila kini ia telah dipakai oleh lebih dari 1 Miliar orang di lebih dari 180 negara. Dari saking populernya aplikasi ini, tahun 2014 lalu ia lantas akuisisi oleh Facebook , raja media sosial milik Mark Zuckerberg. Sejauh ini, WA memang tampil sempurna dengan fitur yang terus diperbaharui. Bahkan akhir-akhir ini ia sangat agresif melakukan perbaikan layanan. Lalu muncullah fitur whatsappweb , menghapus kiriman, dan yang terbaru, kita bisa bka dua WA dalam satu smartphone. Namun terlepas dari gemerlap kelebihan yang dimiliki, ia juga tak lepas dari kelemahan. Peribahasa tak ada gading yang tak retak juga berlaku untuk aplikasi ini. Berdasar catatan terlanjurnulis , ada tiga kelemahan yang ia miliki...
Image
Beberapa Alasan Tahun Baru Tak Harus Dirayakan Buka pesan di grup Whatsapp, ada satu yang membuat saya tertarik. Isinya adalah dialog antara kyai yang ingin tahu kegiatan umat kristiani pada malam tahun baru kepada pendeta. Usut punya usut, ternyata malam itu mereka tak punya aktivitas special. Malah di akhir percakapan, si pendeta berterima kasih kepada umat Islam karena telah membantu merayakan tahun barunya. Ini adalah sindiran kepada kita sebagai umat Islam. Namun terlepas dari isu agama, tahun baru tetap terlihat irasional untuk dirayakan. Apalagi bentuk seremoninya kian hari juga makin hampa makna. Itulah mengapa terlanjurnulis mengusung statement bahwa tahun baru tak harus dirayakan. Lalu apa alasan kami atas pernyataan tersebut? Berikut penjelasannya. Pertama, tahun baru hanyalah simbol. Ya, tahun baru hanyalah simbol bahwa lembaran kalender telah berganti. Tak ada momentum khusus yang menuntut kita merayakannya. Ini berbeda dengan hari pahlawan atau hari kartin...
Image
Terlanjurnulis Bagi-Bagi Kalender Para pembaca yang budiman, apa kabar? Terima kasih atas kesetiannya menunggu sajian-sajian dari kami. Edisi kali ini sengaja kami tidak menurunkan artikel atau opini seperti biasa. Sebagaimana tertera pada judul, redaksi Terlanjurnulis bakal memberikan sebuah kalender 2018 secara gratis kepada pembaca sekalian. Mengapa kami membagikan kalender dan apa saja istimewanya? Simak penjelasannya berikut ini. Di edisi pertama, kami berjanji untuk juga akan menurunkan konten non-tulisan. Anggap saja ini sebagai realisasi dari janji tersebut. Selain itu, akhir-akhir ini kami sempat menghilang dari dunia maya. Blog sempat vakum karena kami tidak menurunkan satu tulisan pun. Kuota dan budget yang sedang menipis adalah alasannya. Maka dengan membagi-bagikan kalender ini, semoga permintaan maaf kami bisa tersampaikan dan rasa kecewa anda bisa sedikit terhapuskan. Secara umum, kalender ini tak ubahnya dengan kalender lain. Hanya saja, kalau yang lain c...
Image
Ketika Saudi Bermaulid Nabi Kabar baik mengiringi perayaan maulid nabi tahun ini. Pemerintah Arab Saudi yang dulu bersikap anti-maulid kini telah bersikap lunak dengan membolehkannya. Tak sekadar membolehkan, peringatan peristiwa kelahiran Nabi Muhammad juga ditetapkan sebagai hari libur nasional. Sebuah kebijakan yang mungkin sudah dirindu sebagian warga tamah Hijaz. Mendengar kabar tersebut, kita di Indonesia mesti bersyukur setidaknya atas dua hal. Pertama, kita tak pernah dilarang bermaulid. Selama ini belum ada rezim pemerintahan yang mengeluarkan peraturan tentang larangan merayakan kelahiran sang Nabi. Bahkan momen ini justru mendapat sambutan yang luar biasa oleh berbagai kalangan. Lalu digelarlah berbagai acara, dari sederhana sampau yang paling istimewa. Kedua, kebijakan ini menandakan bahwaArab Saudi mulai move on dari kewahabiannya. Seperti yang kita tahu, wahabi adalah paham tunggal yang dianut Arab di bawah kekuasaan Bani Saud. Pa...