Posts

Showing posts with the label opini

Sponsored by

Pancasila Yang Saya Tahu

Image
Pancasila adalah mahakarya agung hasil konsensus dan pemikiran para pendiri bangsa. Terbukti, sekalipun telah berusia puluhan tahun, ia masih saja relevan dengan konteks dan persoalan yang sedang dihadapi. Ancaman dari berbagai pihak tak membuatnya lemah, justru malah semakin kokoh tak tertandingi. Sebagai sebuah ideologi, Pancasila juga mampu memayungi keberagaman negeri ini sehingga tetap asri dan lestari. Dengan lima silanya, pancasila menjadi representasi dari bangsa Indonesia itu sendiri. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa misalnya, menjadi pertanda bahwa republik ini dibangun dan dikembangkan atas nilai-nilai religiusitas. Warga negara Indonesia dibebaskan untuk beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Akibatnya, bermacam agama berikut aliran kepercayaan dapat berdiri sama tegak dinegeri ini. Bila dilihat dari sejarahnya, penetapan sila ini memakan waktu cukup panjang. Diskusi para tokoh kemudian menghasilkan keputusan hebat dengan menghapus tujuh kata dalam piagam Jakarta yang d...

Sarung dan Kaum Sarungan; Pengawal Perdamaian Yang Terlupakan

Image
Di tengah pesatnya perkembangan busana, membicarakan sarung memang terasa kurang menarik. Apalagi selama ini, sarung memiliki kesan tradisional, kampungan dan tidak modern. Pemakainya pun hanya segelintir orang yang hidup di kawasan pedesaan atau pinggiran. Sementara di kota, orang-orang sudah tampil modis dengan celana jeans merk terkini. Namun di balik semua itu, harus diketahui bahwa jika kita berfikir lebih mendalam, ada pesan perdamaian yang dapat kita petik darinya. Berbicara tentang perdamaian, memang akhir-akhir ini kata itu menjadi begitu langka dan mahal harganya. Nun jauh di timur tengah sana, terjadi konflik antar bangsa. Ribuan warga sipil tak berdosa turut menjadi korban kekejaman serangan militer yang kian membabi buta. Israel-Palestina, teror ISIS, dan perang antar negara datang silih-berganti seolah tak mengenal kata berhenti. Bermacam upaya damai telah dilakukan namun selalu berakhir dengan kebuntuan. Di Indonesia, sekalipun situasi tampak aman-aman saja, ...

Teror Ulama Dalam Lintasan Sejarah

Image
Akhir-akhir ini, media pemberitaan tanah air dipenuhi dengan kabar aktual seputar teror kepada ulama, kyai, atau pemuka agama lainnya. Mula-mula, ada anggapan bahwa berita ini hoax belaka. Namun mengingat jumlah korban dan intensitas kejadian yang makin sering dan menyebar ke berbagai wilayah, semua pihak lantas merasa cemas dan siaga. Bermacam langkah dan tindakan diambil guna mengusut tuntas dalang di balik aksi biadab ini. Sebenarnya, jika kita berkaca pada masa lalu, kasus teror ini bukanlah satu-satunya. Pada masa Dinasti Abbasiyah, tinta hitam sejarah telah mencatat tentang adanya kelompok bernama   Assassin. Assassin adalah gerombolan pembunuh dari timur tengah yang dipimpin oleh Hasan al-Sabah, seorang penyeru dan penganut paham Syi’ah Ismailiyah. Dengan motif perbedaan aliran, mereka membunuh para ulama Sunni dengan cara yang sadis menggunakan sebilah belati. Salah satu korbannya adalah Nizam al-Mulk, wazir Dinasti Abbasiyah yang terkenal. Tak hanya di Timur Tengah...

Menanti Taji Suara Ulama

Image
Pilkada serentak kini digelar lagi, dan seperti biasa ia selalu menyajikan sisi menarik untuk diperbincangkan. Setelah tahun lalu kita disuguhi berbagai kegaduhan dalam Pilkada di Jakarta, kali ini hal yang sama bakal terjadi Jawa Timur. Memang konteksnya sedikit berbeda karena semua pasangan calon sama-sama muslim. Kisruh penistaan agama dan isu SARA hanya kemungkinan kecil atau bahkan tidak akan terjadi. Tapi bagaimanapun politik memang selalu gurih untuk dibicarakan. Dalam konstelasi politik Indonesia, Jawa Timur memang mendapat perhatian penting. Ia menjadi tolok ukur perolehan suara nasional. Sejarah juga mencatat bahwa pilkada Jatim selalu berakhir dengan sengketa. Dengan kondisi yang demikian, maka wajar saja bila sejak dini pasangan calon maupun partai pengusung telah melakukan pemanasan. Penggalangan dukungan secara massif dilakukan dengan melakukan pendekatan ke berbagai pihak, salah satunya dengan para ulama. Mulai saat ini, dukungan dari para ulama sudah mulai...
Image
Add caption Kita dan Keledai (Refleksi Menjelang Pilkada 2018) Sewaktu sedang pusing memikirkan tulisan untuk blog ini, tiba-tiba saya jadi teringat akan keledai . Keledai adalah salah satu hewan yang cukup legendaris dalam dunia dongeng setelah kancil. Bedanya, jika kancil digambarkan sebagai tokoh binatang yang cerdas, keledai malah sebaliknya. Ia digambarkan sebagai pemilik sikap malas dan bodoh. Ada banyak cerita yang menampilkan kekonyolan hewan bernama latin Equus Asinus ini. Tak cukup sampai disitu, tabiat buruk keledai juga dijadikan peribahasa dan ungkapan sehari-hari. Dua diantaranya yang cukup populer adalah “hanya keledailah yang terperosok ke dalam jurang yang sama berkali-kali”, dan “keledai hendak dijadikan kuda’. Namun dari sini, saya pun mulai terkejut mendapati adanya kemiripan sifat kita dengan hewan bertelinga panjang ini. Kebodohan keledai tanpa disadari telah diakomodir manusia sehingga antara keduanya nyaris sama. Persamaan itu pun kian kentara...