Beberapa Alasan Tahun Baru Tak Harus Dirayakan Buka pesan di grup Whatsapp, ada satu yang membuat saya tertarik. Isinya adalah dialog antara kyai yang ingin tahu kegiatan umat kristiani pada malam tahun baru kepada pendeta. Usut punya usut, ternyata malam itu mereka tak punya aktivitas special. Malah di akhir percakapan, si pendeta berterima kasih kepada umat Islam karena telah membantu merayakan tahun barunya. Ini adalah sindiran kepada kita sebagai umat Islam. Namun terlepas dari isu agama, tahun baru tetap terlihat irasional untuk dirayakan. Apalagi bentuk seremoninya kian hari juga makin hampa makna. Itulah mengapa terlanjurnulis mengusung statement bahwa tahun baru tak harus dirayakan. Lalu apa alasan kami atas pernyataan tersebut? Berikut penjelasannya. Pertama, tahun baru hanyalah simbol. Ya, tahun baru hanyalah simbol bahwa lembaran kalender telah berganti. Tak ada momentum khusus yang menuntut kita merayakannya. Ini berbeda dengan hari pahlawan atau hari kartin...