Ketika Saudi Bermaulid Nabi Kabar baik mengiringi perayaan maulid nabi tahun ini. Pemerintah Arab Saudi yang dulu bersikap anti-maulid kini telah bersikap lunak dengan membolehkannya. Tak sekadar membolehkan, peringatan peristiwa kelahiran Nabi Muhammad juga ditetapkan sebagai hari libur nasional. Sebuah kebijakan yang mungkin sudah dirindu sebagian warga tamah Hijaz. Mendengar kabar tersebut, kita di Indonesia mesti bersyukur setidaknya atas dua hal. Pertama, kita tak pernah dilarang bermaulid. Selama ini belum ada rezim pemerintahan yang mengeluarkan peraturan tentang larangan merayakan kelahiran sang Nabi. Bahkan momen ini justru mendapat sambutan yang luar biasa oleh berbagai kalangan. Lalu digelarlah berbagai acara, dari sederhana sampau yang paling istimewa. Kedua, kebijakan ini menandakan bahwaArab Saudi mulai move on dari kewahabiannya. Seperti yang kita tahu, wahabi adalah paham tunggal yang dianut Arab di bawah kekuasaan Bani Saud. Pa...